Senin, 02 Juli 2018

Kisah Seorang Gadis Penanti Matahari



          Waktu itu kami sedang berbincang ringan di balkon. Tetiba gadis itu bercerita.. Pernahku bermimpi, berkisar tahun 2011 – 2012. Seorang pria mengejarku dibantu oleh seorang temannya, aku ketakutan. Alasan takutku karena sepertinya pria itu akan menyatakan cintanya kepadaku. Bukannya girang, aku  malah ketakutan. Mereka mengejarku menggunakan mobil, sementara aku berlari kencang menuju rumah, sandalku terlepas karena kencangnya aku berlari. Ternyata mereka mendapatiku di rumah. “Ini dia”, sahut temannya. Kami berdua di loteng rumahku. Anehnya suasana loteng rumahku seperti hutan saga di kampusku. Sambil terengah-engah kutanyakan,”Apa yang mau kau katakan?”. “Tunggu, mataharinya belum terbit”, balasnya. Akupun terbangun. Pria itu tidak menyatakan apa yang hendak dikatakannya karena menunggu sang matahari terbit.
          Sekarang sudah 2018 dan aku masih mengingat mimpi itu, bahkan kedua pria yang ada di mimpiku itu. Aku heran dan ragu, apa memang diakah teman hidupku? Karena nyatanya aku tak pernah berkomunikasi lagi dengannya. Lama sekali, sekarang jalan 3 tahun kami tidak berkomunikasi. Meski demikian, setiap kali aku melihat matahari baru terbit, aku akan teringat mimpi itu dan tersenyum. Siapakah dirimu, Pangeran? Apa di waktu yang sama juga engkau memimpikan hal itu?
         






Telah lama kutunggu
Kunanti-nantikan kehadiranmu
Tapi tak ada sedikitpun tanda kehadiranmu
Aku merasa asaku melaju lambat
Perjalanan hidupku semakin berat saja
Aku merasa sendirian berjuang di sini
Aku butuh kehadiranmu, aku ingin kau di sini
Tapi, tak kunjung engkau datang
Memang benar, tanpamu aku bisa menyelesaikannya
Tanpamu aku masih bisa berjalan
Semua masih bisa kulakukan memang, tapi
Semakin lama semakin sakit saja semua rasa ini
Mengapa tak kunjung datang?
Kuhela nafas panjang, aku harus berpikir jernih
Kuharap engkau akan datang di saat yang tepat
Jangan terlambat, jangan