Sudah
2 minggu ini saya melihat para polisi sigap mengawasi lalu lintas agar tetap
lancar dan berlangsung baik. Kegerakan mereka sungguh terbukti. Saya mengamati
bahwa sepanjang jalan Kecamatan Medan Baru setiap pagi selalu ada polisi setiap
40-50 meter sepanjang jalan. Alhasil, kemacetan berkurang, bahkan orang-orang
yang hobi mengendarai lawan arah pun nyaris tidak ada. Dalam hati saya berdecak
kagum. Wahh…
Namun
di tempat lain (Medan Amplas) saya melihat terjadi pemungutan liar. Saya pun
sedih seketika. Kemudian, beberapa hari yang lalu ketika saya berada di bus
terjadi kemacetan dikarenakan hujan deras baru saja terjadi. Banjir pun tak
bisa dielakkan mengakibatkan jalan raya terlihat tenggelam air. Ada beberapa
polisi mengatur para pengendara agar kemacetan tidak berlangsung lama. Saya
melihat seorang polisi memberhentikan pengendara motor (pria) yang memang
mempunyai kesalahan, seorang wanita yang diboncengnya tidak mengenakan helm.
Segera si pria itu meminta wanita yang sedang menggendong tas memberikan
tasnya. Saya bisa menerka apa yang akan dilakukannya.
Kemudian
terlintas ide dalam pemikiran saya yaitu bukankah kitalah yang membuat mereka
(polisi) melakukan pemungutan liar? Kita (masyarakat) juga berperan membuat
para polisi KKN.
Saya
pernah mendengar cerita dari seorang polisi mengenai pengalamannya ketika
melakukan razia di jalan. Sungguh tidak tega bapak polisi itu menahan si ibu
yang naik bettor dengan ketiga anaknya dan tidak seorang pun memakai helm
bahkan surat-surat pun tidak ada yang lengkap. Apalagi si ibu mengatakan bahwa
dia adalah seorang janda yang untuk makan sekali sehari pun sudah syukur. Si
ibu minta tolong kepada pak polisi itu.
Akhirnya
si ibu dibebaskan hanya dengan memberi uang rokok. Memang jika dibawa ke hukum
yang harus dibayar ibu itu tidak sebanding dengan uang rokok. Tentunya lebih
besar.
Bukankah
ibu itu juga memengaruhi pak polisi untuk melakukan KKN?
Seandainya
semua masyarakat taat aturan, tentunya tidak ada celah yang menggoda, bukan?
Apalagi
ini merupakan kewajiban kita untuk melengkapi administrasi dan menggunakan alat
pelindung diri ketika mengendarai kendaraan. Kita tidak bisa menuntut
terus-menerus pemerintah untuk tegas, sementara kita sendiri pun tidak tegas. Kita
sendiri pun masih sering menerobos lampu merah, masih sering tidak bayar pajak.
Bukankah kita yang adalah masyarakat pemegang kekuasaan tertinggi. Ini terbukti
dari pernyataan John Locke bahwa “Dari rakyat, untuk rakyat dan oleh rakyat”.
Maka
dari itu, alangkah eloknya kita pun turut mendorong program pemerintah dengan
cara melakukan kewajiban kita.