Bukan karena menjatuhkan jadi tertawa
Bukan pula meledek
Hari ini sang ibu tertawa lepas
Hanya karena berhasil ber-selfie
Tanpa diganggu anak balita nya
Bukan karena menjatuhkan jadi tertawa
Bukan pula meledek
Hari ini sang ibu tertawa lepas
Hanya karena berhasil ber-selfie
Tanpa diganggu anak balita nya
Adakah hujan membuatmu sakit?
Ataukah hujan itu memukulmu?
sampai-sampai kau maki hujan itu
Kau salahkan datangnya hujan
Gerammu sungguh padanya
Entah apa salahnya hujan
Jangan-jangan....
Hujan telah me-recall keuanganmu
Gawat!
Aku tak bisa menuntaskan pekerjaaan ini
Kuulangi lagi
Masih belum bisa
Aku keluarga
......
Kuminum teh pahitku
Sebentar, kucoba lagi
Ini harus kelar, tegasku
Pria yang tak tampan lagi itu
menyeruput kopi di cangkir hijau kesayangannya (istrinya membelinya 30 tahun silam)
Dia tak merokok lagi, meski rokok yang dibelinya minggu lalu masih banyak.
Tak banyak omong pria itu
Tapi mata tajamnya tetap berfungsi utuh
Diamati dalam diamnya
Telinganya peka mendengar
Malam hari ketika semua terlelap
Pria itu duduk dan berdoa
disebutkan satu per satu nama anaknya
Semua pengamatannya disampaikan
Pria diam itu tak ingin pergi
Tapi perintah sudah jelas
Dalam doanya disampaikan permohonan terakhir
Apa itu?
Misi harus tetap dilanjutkan!
Pukul 19.00 akan ada acara Natal keluarga di gereja. Seorang anak yatim piatu kehujanan setelah memberi makan ternak nya. Tubuhnya sedikit menggigil krna dinginya cuaca akhir-akhir ini. Dalam perjalanan pulang terdengar olehnya suara anak tetangganya.
"Aku ga mau makan mak. Ini malam natal dan mamak hanya masak udang halus sambal."
Anak itu tersenyum kecut dan berbisik, "masih mending dimasakin mamak nya, aku? Bahkan cubitannya pun kurindukan sekali tapi tak bisa."
Dicepatkan langkahnya, dia harus ke gereja cepat supaya bisa duduk paling belakang.
![]() |
| Ekspresi Natal |